Mulan akan gilas Maia?

Maret 19, 2008 at 9:58 am (Tak Berkategori) ()

Maia sang pencipta meluncurkan dua lagu ‘ingat kamu’ dan ‘EGP (Emang Gue Pikirin)’ dibundel bersama lagu popular lainnya dalam ‘Maia & Friends’.
Mulan sang vokalis bersolo dalam album ‘Makhluk Tuhan Paling Seksi’ dengan komposisi setengah lagu baru dan sisanya lagu RCM grup yang di aransement ulang.

Maia 150 keping, Mulan 100 keping.

Maia menang? Well… bisa jadi hanya sementara dalam persaingan ‘terHot’ tahun ini.

Tidak ada yang begitu istimewa dari ‘ingat kamu’ dan ‘EGP’, dari segi vokal, musik dan lirik tidak ada yang luar biasa. Musik tanpa bobot dan lirik miskin yang membosankan (kedua lagu terlalu sering mengulang kata kata yang sama).
Maia yang memaksakan diri untuk menyanyi, Meychan dengan vokal ‘standarnya’, seperti menenggelamkan kelas Ratu dijaman emasnya bersama Pingkan dan Mulan.
Popularitas Ratu di album sebelumnya, ditambah bonus popularitas (baca:simpati) dalam kasus perceraian, Maia sepertinya cukup ‘beruntung’.

Bagaimana dengan Mulan?
‘Makhluk Tuhan Paling Seksi’ lagu genit yang menggoda akan terdengar lebih lama diputar dan dinyanyikan orang. Meski pernah dikomplain karena desahannya yang hot, tidak ada yang bisa menahan hati untuk berdendang, buat anak kecil sekalipun!. Plus ‘Wonder Woman’, album baru pemilik ‘suara seksi susah dicari’ versi Dhani ini sudah cukup buat modal buat menyalip Maia.

Permalink Tinggalkan sebuah Komentar

Samson numpang lewat

Maret 19, 2008 at 8:13 am (Tak Berkategori) ()

Dengan biaya yang begitu besar, dengan proses recording yang diidamkan oleh para personil nya, album kedua Samson sekedar numpang lewat…

‘Naluri Lelaki’ adalah pengundang yang bagus, ‘Kenangan Terindah’ mengajak semua pendengar untuk melayang. Samson jadi fenomena di album pertama.

Euphoria di album pertama, kandas di album kedua.
Entah karena idealisme bermusik atau karena sebuah sukses kebetulan yang melambungkan namanya, Samson pun sudah tidak terlalu ‘istimewa’ dimata pecinta musik kita.

Cukup heboh dengan Launching album Penantian, dipakainya salah satu track lagu oleh Istana, berbanding terbalik dengan apresiasi yang didapat dari pecinta musik kita. Samson pun tenggelam. ‘Kisah tak Sempurna’, lagu andalan di album Penantian dengan iringan musik yang ‘berat’ pun hanya sekedar singgah.

Tidak ada lagu yang enak buat di dengar maupun didendangkan sebagai syarat mutlak populernya sebuah lagu. Tidak ada penjualan kaset se’fantastis’ album pertama.

Album kedua dan ketiga adalah ukuran eksistensi bagi musisi. Apakah sukses di album pertama adalah suatu kebetulan?, atau di album kedua ada yang ‘kurang’?,

kita tunggu penentuan nasib Samson di album ketiga.

Permalink Tinggalkan sebuah Komentar